Jutaan abad waktu menjelma ngilu di dadaku Saat kau berkata bahwa aku lah bagian dari dirimu. Tapi kau melenggang. Melayang dengan bebas. Enggan untuk diam dalam dekapan. Merpatiku, sayapku yang utuh Kini aku yang lumpuh Di sayapmu yang melayang bebas, ku titipkan mimpi-mimpi Dan doa paling suci. Kembalilah.. Ku peluk hampa cakrawala Dengan dada yang kering-keronta Ku nantikan kepulanganmu setelah berkelana Tapi kau tak jua tiba Daun-daun berjatuhan Musim datang bergantian Jiwaku masih berkelana bagai ekspatriat mencari daratan impian Menunggumu. Menunggu cinta yang telah kutambatkan ... Suatu pagi, ku tatap halaman rumah yang sepi tanpa kekasih Tanpamu... Ku pikirkan sekali lagi, apa kita pernah bersama Apakah kita pernah bercinta Jangan-jangan, kau takkan kembali Jangan-jangan, kau tak (pernah) benar-benar ada.