Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2020

Puspas

Apa yang menyeretmu sejauh ini? Menuju barat jauh sekali Sebuah kota yang tak ada lampu jingga Jauh dari istimewa Loka penuh lara Tapi kau masih saja menuju barat Dengan sepur ekonomi yang sesak Kau seret kopermu penuh harap Berangkat menuju kota di mana bintang lindap Dan matahari yang selalu datang terlambat Di ujung peron Jatinegara Tubuhmu yang lungkrah melangkah gagah Menemui kota di mana kesibukan ialah kawan Di antara impitan kendaraan dan kenyataan yang menggetarkan Raut wajahmu menelisik gamang Nanar menyaksikan dunia berlari di kota ini Natal sudah mengetuk pintu Tapi manusia tak lagi mengingat Tuhan karena kelaparan Meninggalkan petang yang sama seperti kemarin Wajah-wajah yang diselimuti ketakutan hari depan Berjalan tak peduli di sepanjang pematang jalan Perempuan asing hanya diam dan menanti di depan gerbang Sebelum tandas senja  Ia telah pergi *** Aku tiba di sini untuk sebuah janji Jawabmu curai Orang bilang kota ini adalah tempat terbaik untuk menunaikan ikrar Mesk...

Malio

Hidup seorang lelaki  yang tak pernah lahir Dari sepasang orang tua  yang menolak bersama Mereka hanya bercinta dan bercinta Sebab anak-anak hanya bukti  Dari cinta yang seharusnya  Tak pernah menuntut bukti Anak-anak itu mungkin berharap tak pernah dilahirkan  Anak-anak yang hanya bahagia  pada masa kecil yang jenaka Lalu menghabiskan sebagian  besar hidupnya untuk mengutuk  dunia yang renta dan penuh nestapa Ketika kisah kita harus usai Laki-laki itu masih tak pernah dilahirkan Ia menyusuri Malioboro yang lengang Di antara toko-toko yang padat Ia mengaso sejenak Lalu mencari dan mencari lagi Di halaman istana, ia menemukan ibunya Bersama lelaki yang tak pernah ia kenal Ibunya tampak bahagia  Ia berlalu dengan hati yang patah Lalu seperti namanya: ia menjadi wali pengembara Ia berencana mengembarai dunia yang sia-sia  Tapi sebelum tiba di ujung jalan  yang tak pernah sepi Ia sudah mengurungkan niatnya Ia lebih memilih untuk tak per...