Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Cinta dan Perjuangan

Kita sama-sama tahu, Mama, dalam Pulang, Lelila pernah menjelaskan tentang hubungan seorang anak dan ibu hanya terpisah oleh sabilah gunting dunia. Sebuah hubungan yang melekat dan tak mampu diraba, bahkan oleh seorang ayah sekalipun. Kadang, aku sering menyangkal bahwa dalam banyak hal aku mewarisi dirimu. Tapi tak jarang, dalam beberapa peristiwa, aku meyadari bahwa kita begitu sama dan tak berbeda. Dalam banyak hal, aku banyak terpengaruh dengan caramu melihat dunia. Kau mungkin paham bahwa anak sulungmu ini, telah banyak berubah berbeda dengan beberapa tahun yang lalu. Entahlah, rasanya aku paham mengapa aku diberi nama Muhammad Iqbal oleh kakek yang kukagumi itu. Mungkin ini alasannya; kelak ia percaya bahwa cucunya akan menjadi seorang pejuang atau bahkan lebih jauh dari itu menjadi seorang filsuf dan sastrawan besar. Seorang tokoh pendiri negeri Pakistan yang termasyhur. Terkadang, mama, setiap kali aku melihat orang-orang kecil yang merintih tanpa suara...

Reportase Penggusuran Kapuk Poglar: Eka dan Harapan yang Tak Putus

Lagi dan lagi perampasan tanah terjadi untuk kesekian kalinya sejak masa kepemimpinan Jokowi. Setelah Kendeng dan Kulonprogo, kali ini Kapuk Poglar yang menjadi sasaran eksekusi polisi. Konflik ini di mulai ketika klaim yang dilayangkan oleh Polda Metro Jaya atas tanah di Kapuk Poglar RT 007/004 di tahun 1997 dengan bukti sertifikat di tahun 1994 yang berbanding terbalik dengan seorang ahli waris yang mengaku sebagai pemilik lahan seluas 15.900 meter persegi tersebut.  Masalah di Kapuk Poglar terulang kembali pada September 2016 dan terus tarik-ulur hingga hari ini antara pihak pengusaha, warga dan polisi.   Setelah somasi II diberikan kepada warga pada 28 Oktober 2016 dan diberikan waktu 7 hari oleh polisi untuk mengosongkan kediamannya, beberapa pengusaha lantas memutuskan untuk melayangkan gugatan terhadap Polda Metro Jaya. Tapi, gugatan itu berakhir dengan kemenangan di pihak tergugat dan pengusaha-pengusaha yang kalah lantas pergi tanpa sepatah kata pad...