Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

Hikayat Laut

Kasih… Aku akan mencintaimu dengan segenap pembalasan atas masa lalu Di hari ini saat aku kau bawa jauh Pada kemarin yang sedu Di malam yang pucat Ketika bibirmu ku lumat Kasih… Aku akan membencimu dengan segenap cinta yang mengharu-biru Di laut yang sunyi Saat rinduku kau tenggelamkan bersamanya Di samudera yang melayarkan harapan Juga kapal-kapal nelayan Bersama pasir yang pernah kita pijaki Di pantai yang tak lagi putih Ku lupakan wajahmu bersama jejak yang dihapus ombak Meski sepi tak bertepi Aku tak mau lagi Kasih… Di batas cakrawala pada petang penghabisan Saat burung-burung pulang  Dan malam jatuh di pekarangan Wajahmu hanya bayang-bayang  Yang tinggal ku kenang Kini kau boleh berlayar sesuka hati Dan entah di dermaga mana kau akan menepi Tapi jangan pernah kembali Sebab laut hanya memulangkan nelayan Dan seorang pejalan yang merindukan daratan impian Bukan kehilangan yang tak terperikan Biarlah aku tanggung semua Bersama kisah yang tak selesai Dalam bayang yang samar...

Cinta

Betapa lucu manusia Mereka merencanakan hari depan  Pada esok yang mungkin tak pernah tiba Di atas semua yang percaya Barangkali, mati adalah tidur dalam kekacauan mimpi Di suatu pagi saat seseorang tak bangun lagi mencecapi dunia yang ia tinggali Aku, aku ingin mati dalam mencintai kata-kata Pada kalimat yang paling suci Agar menuntun ke jalan pulang Untuk bahagia yang paling lapang Aku ingin mati dengan mencintai puisi Yang tak pernah ku buat untuk-Nya Memang karena aku sengaja  Bukan karena aku tak tahu diri Tapi karena ia tak sanggup ku lukiskan dengan kata Ia menulis segala takdir alam semesta Menulis novel paling sempurna Sejak pertama kali hawa telanjang Sampai orang bunuh diri karena ditinggalkan Bukankah manusia harus mencintai takdirnya  Dan mati karenanya? Padahal cinta adalah apa yang menuntun takdir Lantas, mengapa ia jadi alasan? Atas apa yang tak pernah ia lakukan Ramai-ramai, mereka menyidang cinta Semua telunjuk mengarah padanya Dan berseru bahwa ia harus...