Kasih… Aku akan mencintaimu dengan segenap pembalasan atas masa lalu Di hari ini saat aku kau bawa jauh Pada kemarin yang sedu Di malam yang pucat Ketika bibirmu ku lumat Kasih… Aku akan membencimu dengan segenap cinta yang mengharu-biru Di laut yang sunyi Saat rinduku kau tenggelamkan bersamanya Di samudera yang melayarkan harapan Juga kapal-kapal nelayan Bersama pasir yang pernah kita pijaki Di pantai yang tak lagi putih Ku lupakan wajahmu bersama jejak yang dihapus ombak Meski sepi tak bertepi Aku tak mau lagi Kasih… Di batas cakrawala pada petang penghabisan Saat burung-burung pulang Dan malam jatuh di pekarangan Wajahmu hanya bayang-bayang Yang tinggal ku kenang Kini kau boleh berlayar sesuka hati Dan entah di dermaga mana kau akan menepi Tapi jangan pernah kembali Sebab laut hanya memulangkan nelayan Dan seorang pejalan yang merindukan daratan impian Bukan kehilangan yang tak terperikan Biarlah aku tanggung semua Bersama kisah yang tak selesai Dalam bayang yang samar...
Aku menulis ketika dunia terlampau banyak berbicara dan orang-orang menderita karena mulut mereka.