Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2019

Kereta

langkah kaki terasa berat di stasiun tempat biasa kau mengantar—kadang menanti ranselku yang penuh disesaki kenangan lonceng kereta terdengar sangat dekat di batas pengantar, tanganmu melambai dengan senyum manismu yang cemas malioboro, tamsis, kabut di bukit bintang, mio butut, segalanya berkelebat di ingatan waktu tak pernah memihak pada kita pada cinta sebab kita tak pernah punya waktu waktu lah yang memiliki kita juga tuhan aku memasuki gerbong paling belakang tempat biasa yang sering kau pesan seorang kekasih menangis melepas cintanya pencinta pemula, umpatku sebab kita sudah terbisa sejak semula tapi rindu selalu terasa sama, batinku meracau aku duduk di kursi entah nomor berapa dan  di kereta, pengumuman berkumandang:  “jaga hati-hati barang bawaan anda kehilangan bukan tanggung jawab kami” aku menatap jendela yang lengang dan bergumam dalam sunyi: “ada yang selalu hilang dalam tiap perjalanan: pertemuan, pelukan juga kecupan-kecupan” kereta melaju menuju sesuatu yang b...