Ia dilahirkan bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi yang jatuh pada tanggal 1 Maret, 1977. Menjadi anak ke-5 dari delapan bersaudara. Menurut cerita, pada masa kecil, ia adalah seorang anak pendiam yang bisa terbilang cengeng karena terlalu dimanjakan oleh ibu yang mengasihinya. Ia tumbuh dengan dipenuhi rasa sayang dan kehormatan orang tuanya. Diberikan apa saja yang tak semua orang bisa memperolehnya. Bahkan mungkin, saudara-saudarinya pun tak bisa. Ia begitu diprioritaskan. Kebahagiaanya berakhir ketika kelas lima SD. Mereka mendapati ibunya meninggal di WC saat matahari sedang memamerkan cahayanya di siang yang cerah. Namun kecerahan nampaknya tak berpihak padanya. Siang itu merupakan siang yang kelam. Siang yang merubah segala aspek hidupnya. Kehilangan kasih sayang dari seorang ibu, membuatnya bertransformasi menjadi seorang yang harus mempertaruhkan eksistensi dan keberadaanya di bawah kolong langit sendirian. Menyambung hidup dan mengurusi dirinya sen...
Aku menulis ketika dunia terlampau banyak berbicara dan orang-orang menderita karena mulut mereka.