Langsung ke konten utama

Postingan

Untuk Yulyati

Aku menulis ini dalam perjalanan menuju Jakarta, ketika kita berada pada titik antara apa yang mungkin dan apa yang tidak. Ketika kita pada akhirnya menyadari sebuah soal sederhana: barangkali jarak, adalah cara terbaik menyekolahkan hati. Aku tak pernah tahu, di antara kita siapa yang ditemukan. Atau kita memang dipertemukan karena kebetulan? Tidak. Aku tak percaya kebetulan. Aku percaya bahwa hidup adalah koinsidensi, sebuah pengulangan satu menuju pengulangan yang lain. Untuk apa? Kita tak pernah tau hingga itu benar-benar terjadi: Bahwa kita hanya dipertemukan untuk saling mengenal lebih dalam satu sama lain. Atau barangkali, kita memang ditakdirkan untuk bersama hingga waktu yang tak tentu? Semoga saja.  Kita adalah dua hati yang menolak tunduk pada ketidakmungkinan. Kau menampik tatap dan cibiran yang menyasar ku, aku berupaya percaya bahwa kau adalah akhir labuhanku. Kita bersikukuh untuk percaya bahwa cinta yang sejati masih ada dan akan tetap tumbuh, bahkan pada taman yang...

Sebuah Alasan

Setelah beberapa bulan tak menulis, saya mengalami kesulitan yang teramat sungguh saat berupaya untuk memulainya kembali. Padahal jika ditimbang, ada banyak hal yang berkelabat di pikiran dan seharusnya ini bukan perkara sulit untuk meluapkannya melalui tulisan, seperti yang (ingin) selalu saya lakukan berapa tahun belakangan, pun di tahun-tahun yang mendatang.  Saya mencobanya berkali-kali namun dari tulisan itu tak ada yang memenuhi standar saya.   Tulisan-tulisan itu hanya saya simpan di memo pribadi dan   berniat akan menyelesaikan tumpukan tulisan itu di kemudian hari. Meski gagal, walau buruk, saya akan selalu menulis. Ini bukan sekadar cara saya mengamini perkataan Pram, bahwa “menulis adalah bekerja untu keabadian”, bukan cuma itu. Menulis, menurutku, adalah sebuah upaya tak terpermanai dari mencintai segala sesuatu yang terjadi dalam hidup dan lewat fragmen-fragmen itulah, hidup menemukan puing-puingnya yang berceceran; suatu upaya yang mengantarkan kita untuk me...

Merayakan Kehilangan

 “Terus terang aku tidak pernah tahu ke mana dia pergi. Hidup mempertemukan kita dengan seseorang, lantas memisahkannya lagi. Tidak selalu kita bisa berpisah dengan lambaian tangan. Tidak selalu kita bisa berdiri di tepi dermaga, melambaikan tangan kepada seseorang di atas kapal yang juga melambaikan tangan kepada kita sambil berseru, “Jangan lupakan aku!”. Tidak selalu. Kadang-kadang kita bertemu begitu saja dengan orang yang tidak pernah kita kenal, menjadi begitu lengket seperti ketan, lantas mendadak berpisah begitu saja tanpa penjelasan apa-apa.” Kalimat di atas adalah sepenggal pasase Seno Gumira Ajidarma dalam Senja Di Balik Jendela.  Sebiji simpulan menguak dari sana: Begitu tipis selisih antara meninggalkan dan ditinggalkan. Bahwa tiap pertemuan adalah kepergian yang tertunda. Juga bahwa kita tak selamanya bisa memilih dengan cara apa perpisahan itu terjadi dan bagaimana ia mesti dirayakan. Kadang dengan air mata, lain waktu dengan tawa, sering kali dengan doa. Dan ki...

Kau Pergi, Pagi Itu!

Bapak ingin menulis banyak tentangmu, anakku sayang. Bapak berharap kelak kau tumbuh dan mendengar kisah ini. Bagaimana bapak, ibumu, dalam keadaan yang remuk-redam, berbahagia atas kelahiranmu. Tapi bapak cuma bisa menulis ini untuk mengenang kepulanganmu menuju nirwana. *** Kau lahir di rumah sakit tempat 23 tahun lalu nenek melahirkan bapak. Perasaan bapak barangkali, sama dengan perasaan kakekmu dulu: bahagia dan cemas bertalu-talu dalam dada. Ada mimpi-mimpi yang bapak peram dalam hati: kelak kau akan tumbuh jadi gadis manis yang memesona, mendidikmu dengan kelembutan yang tak terhingga, memberimu semua yang ku sanggup.  Ku beri kau nama Annelies dari hikayat seorang perempuan yang begitu memesona. Perempuan yang dalam tafsirku adalah wujud kecantikan dan kelembutan yang tak terpermanai. Di tengah namamu, ku selipkan Pradnya yang ku ambil dari manifestasi Pram terhadap perempuan Jawa dalam Pradnya Paramita sebagai perempuan yang melahirkan revolusi. Sebab Jawa mengalir begitu ...