Betapa lucu manusia
Mereka merencanakan hari depan
Pada esok yang mungkin tak pernah tiba
Di atas semua yang percaya
Barangkali, mati adalah tidur dalam kekacauan mimpi
Di suatu pagi saat seseorang tak bangun lagi
mencecapi dunia yang ia tinggali
Aku, aku ingin mati dalam mencintai kata-kata
Pada kalimat yang paling suci
Agar menuntun ke jalan pulang
Untuk bahagia yang paling lapang
Aku ingin mati dengan mencintai puisi
Yang tak pernah ku buat untuk-Nya
Memang karena aku sengaja
Bukan karena aku tak tahu diri
Tapi karena ia tak sanggup ku lukiskan dengan kata
Ia menulis segala takdir alam semesta
Menulis novel paling sempurna
Sejak pertama kali hawa telanjang
Sampai orang bunuh diri karena ditinggalkan
Bukankah manusia harus mencintai takdirnya
Dan mati karenanya?
Padahal cinta adalah apa yang menuntun takdir
Lantas, mengapa ia jadi alasan?
Atas apa yang tak pernah ia lakukan
Ramai-ramai, mereka menyidang cinta
Semua telunjuk mengarah padanya
Dan berseru bahwa ia harus dihukum seberat-beratnya
Di pengadilan, Cinta dikepung pertanyaan mengapa orang mati karenanya?
Dengan gemetar, cinta menjawab:
”Bukan salahku mereka jadi manusia.”
Lalu hakim menutup sidang
Orang-orang pulang dengan rasa takjub dan malu jadi satu
Mereka kecewa karena cinta tak bersalah
Mereka bahagia karena mereka manusia
Mereka pulang dan memeluk kekasihnya
Satu sama lain
Pelukan paling erat sejak mereka bersua
Berterima kasih pada cinta
Pada-Nya
yang menjadikan kita
-manusia.
Komentar
Posting Komentar