Hidup seorang lelaki
yang tak pernah lahir
Dari sepasang orang tua
yang menolak bersama
Mereka hanya bercinta dan bercinta
Sebab anak-anak hanya bukti
Dari cinta yang seharusnya
Tak pernah menuntut bukti
Anak-anak itu mungkin
berharap tak pernah dilahirkan
Anak-anak yang hanya bahagia
pada masa kecil yang jenaka
Lalu menghabiskan sebagian
besar hidupnya untuk mengutuk
dunia yang renta dan penuh nestapa
Ketika kisah kita harus usai
Laki-laki itu masih tak pernah dilahirkan
Ia menyusuri Malioboro yang lengang
Di antara toko-toko yang padat
Ia mengaso sejenak
Lalu mencari dan mencari lagi
Di halaman istana, ia menemukan ibunya
Bersama lelaki yang tak pernah ia kenal
Ibunya tampak bahagia
Ia berlalu dengan hati yang patah
Lalu seperti namanya: ia menjadi
wali pengembara
Ia berencana mengembarai dunia yang sia-sia
Tapi sebelum tiba di ujung jalan
yang tak pernah sepi
Ia sudah mengurungkan niatnya
Ia lebih memilih untuk tak pernah pergi
Untuk jadi kenangan atas cinta yang keras kepala
Di tempat saat kali pertama
Orang tuanya saling menggenggam
Dan berciuman dengan tenang
Ia duduk dan merenung di sana
Bagaimana bisa orang sanggup untuk saling melupakan?
Setelah semua yang mereka jalani
Ia bertanya kepada dirinya sendiri
Ia punya jawaban untuk itu
Mungkin ia memang punya
Karena sejak awal ia tahu jawabannya:
Ia adalah pengembara yang berjalan
Dalam kehampaan dan kesia-siaan
Di antara dua orang yang saling melupakan
Dan ia hanyalah apa yang ada dalam angan-angan
Tak pernah jadi kenyataan
Tak pernah
Komentar
Posting Komentar