Berbagai karya tulis telah mendokumentasikan bagaimana rakyat Petani di desa-desa dikriminalisasi dan berjuang, rakyat Buruh di pabrik-pabrik dieksploitasi dan berjuang, perempuan di Desa-desa dan di Kota-kota diintimidasi dan berjuang, gerakan sosial pedesaan yang di bunuh dan berjuang, intelektual perkotaan yang direpresi dan berjuang; semua itu lahir dari periodesasi yang panjang dan tentu membutuhkan ketelitian yang mendalam.
Hari ini, Iramani membuat sejarah: “Zaman Baru!” setidaknya, setelah semua perdebatan intelektual perkotaan meninggalkan intrik (tendensius!) dan bukan kritik. Ia memberikan ulasan tentang karya tulis dari seorang muda yang bertemakan: “Kembali Dari Kiri: Sebuah Ulasan”.
Setelah saya selesai membacanya, saya tahu banyak sekali pembahasan yang dilewatkan dari karya tulis tersebut, dan setidaknya ulasan Iramani dapat dikatakan penuh dengan ketelitian yang mendalam. Seorang muda itu adalah saya sendiri, dan tentu saya sangat berterimakasih kepada Iramani; bahkan sebelum buku itu di cetak tidak ada seorangpun yang memberikan masukan.
Saya sebut Zaman Baru bukan disebabkan Iramani memberikan ulasan tentang karya tulis saya, jauh dari itu, Iramani mengembalikkan peradaban intelektual yang mati dihadapan kekuasaan. Seperti Marx dan Engels saling mengirim surat dalam peristiwa-peristiwa ekonomi dan politik di Inggris, Jerman, dan Prancis.
Sekitar 1.500 surat yang dikirim Marx dan Engels di 20 Negara hanya untuk memberi dukungan terhadap perjuangan pembebasan kelas pekerja. Saya menyebut Iramani membuat Sejarah, bukan disebabkan Iramani adalah kawan dekat saya, jauh dari itu Iramani benar-benar orang yangterpelajar.
Apa yang disampaikan Iramani dari ulasannya, sesungguhnya tidak ada yang keliru bahwa, karya tulis itu jauh dari kata selesai. Dan mungkin membutuhkan waktu yang panjang untuk mempublikasikannya secara luas.
Bahkan Marx menulis dari filsafat ke ekonomi sampai perjuangan kelas, beberapa intelektual Marxis seperti Althusser menyebut: “hanya periodesasi tertentu untuk membaca karya Marx sebagai sebuah karya yang utuh”. Dalam periode tertentu itu Capital menjadi rujukan untuk dibaca intelektual Marxis.
Dapat dikatakan Saya menulis Kembali Dari Kiri dalam periode yang sangat muda, bahkan mengenal teks saja harus bertarung dengan KBBI. Dalam hal ini, saya bukan mau menyamakan diri dengan seorang Marx, tapi ada periodesasi tertentu untuk menyatakan sebuah karya tulis—setidaknya dapat dikatakan sudah layak untuk dipublikasi.
Apa yang ingin saya sampaikan dari catatan ini adalah, mulai hari ini dan seterusnya, Iramani menjadi bagian terbesar dalam hidup karya saya. Maka untuk itu, dalam catatan ini, saya hanya mengungkapkan terimakasih kepada Iramani. Dalam waktu yang lain, saya akan membalas ulasan itu dengan detail.
Bandung, 11 March 2021.
Ceos Arendt.
***
Post-script: Dalam waktu yang lain itu pula, kawan, kita akan sama-sama menjawab apakah perjalanan ini akan berujung pesta, atau kita hanya tenggelam dalam ilusi belaka. Jika perjuangan mati-darah itu benar-benar berlangsung, semoga saja kita bisa bersua di jalan yang sama.
Komentar
Posting Komentar