Aku lirik dari gitar yang kau petik
Aku puisi yang menemanimu dalam sunyi
Aku embun yang menjagamu sepanjang pagi
Aku matahari pada siangmu yang maluku
Aku laut yang menghanyutkan perahumu
Aku terang dalam malammu yang kelam
Aku mata air yang mengalir dari air matamu
Aku kenangan di kepalamu
Aku buku yang tak pernah kau baca
Aku kata yang tak pernah kau ucap
Aku mata yang tak kau tatap
Aku tatap yang tak pernah kau tangkap
Kau duri yang tertikam di dada
Mencumbui nanah-luka di hati yang patah
Mematahkan cinta yang tabah
Kau adalah semua yang tak terjamah
Dari jutaan puisi ku yang nestapa
Saat fajar tiba, aku telah tiada
Bersama puisi yang tak lagi bernyawa
Kelak, jika kau merindukanku
Bisa kau jumpai aku dalam deretan kata
Pada bait terakhir di puisi ini:
-aku di sini.
Komentar
Posting Komentar